Hidup Untuk Berbagi

A.FUNGSI AKAL DAN BUDI BAGI MANUSIA

         Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah perbuatan operasional yang mendorong untuk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia.

          Fungsi akal adalah untuk berfikir, kemampuan berfikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.

          Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang baik buruk segala sesuatu.

Definisi Kebudayaan

Dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisi

kebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan

ada 300 buah, beberapa diantaranya :

  • EB Taylor,  Primitive Culture, 1871

Kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adapt, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.

  • Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

  • Robert H Lowie

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.

  • Koentjaraningrat

Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

Jenis dan Ragam Kebudayaan

  • Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.

 

Manusia Pencipta dan pengguna kebudayaan

Manusia  sebagai pencipta kebudayaan memiliki kemampuan daya sebagai berikut :

  • Akal, intelegensia dan intuisi
  • Perasaan dan emosi
  • Kemauan
  • Fantasi
  • Perilaku

 

About these ads

16 tanggapan

  1. akal,budi,bagi manusia sangat penting

    19 Juni 2011 pukul 12:39 pm

    • SETUJUU !!!!!

      21 Juni 2011 pukul 3:11 am

  2. Pengertian kebudayaan menurut Anda itu apa?

    19 Juni 2011 pukul 1:19 pm

    • kebudayaan adlah segala sesuatu yg diciptakan manusia dalam perkembangan sejarahnya…dan memiliki nilai seni yang tinggi………

      21 Juni 2011 pukul 3:03 am

  3. novita desi w

    kog adanya definisi kebudayaan menurut para pakar duank..
    klo fungsi akal dan budi menurut para pakar kog gag ada sich…

    by: novi_ta :-)

    19 Juni 2011 pukul 1:40 pm

    • hehe…yaa maap..Dalam Al-Qur’an Allah memberikan petunjuk mengenai akal malalui firman-Nya

      “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”( QS. 17 ; 70)

      Yang dimaksud dengan kelebihan yang sempurna itu diantaranya adalah akal, yang merupakan pemberian Allah SWT. “Hakikat akal adalah berfikir, dengan berfikir manusia dapat mengetahui ciptaan Allah berupa benda-benda dengan jalan melakukan pengamatan dan penelitian terhadapnya.”(Y.T Simanegara, 2005.hlm.15)
      Akal merupakan simbol kehidupan, tanpa akal tak ada manusia yang beragama dan tak akan ada ilmu. Dengan akalnya manusia berkelana mencari kebenaran lewat berfilsafat, ilmu, “agama”, dan sampai berkesenian mencoba memecahkan arti alam semesta dan hakekat kehidupan. Bahkan dapat terjadi, bahwa manausia itu menggunakan akalnya (rasio) untuk membuktikan bahwa Allah itu ada atau bahwa Ia tiadak ada, padahal Allah itu bukan objek pengenalan seperti alam ini”. (Anshori, 1982, hlm,152)
      Dari sini jelas akal memiliki keterbatasan, menurut Emmanuel Kant bahwa “akal tak dapat membawa keyakinan tentang adanya Tuhan,karena akal memberi kebebasan bagi manusia untuk percaya atau tidak.”Ibnu Khaldun menyatakan bahwa “akal itu adalah sebuah timbangan yang cermat, hasilnya adalah pasti dan dapat dipercaya, Tetapi mempergunakan akal untuk menimbang soal-soal yang berhubungan dengan keesaan Allah, hidup di akhirat, atau hakikat kenabian dan hakikat sifat-sifat ketuhanan, adalah sama mempergunakan timbangan tukang emas untuk menimbang gunung.”(Ibid.hlm 150-153)

      21 Juni 2011 pukul 2:58 am

  4. aliii,bisa disebutin jenis dan ragam budayanya apa aja..??
    beberapa aja… :)

    L200100088

    19 Juni 2011 pukul 1:57 pm

    • jenis dan ragam budaya di indonesia itu banyak sekali contohnya saja batik, Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

      21 Juni 2011 pukul 2:45 am

      • siph2… ;)
        okee mas bro,suwun… ;)

        21 Juni 2011 pukul 9:19 am

  5. Hari Mubarok / L200100105

    Aku mau tanya nih…….
    apakah suatu kebudayaan dari suatu daerah bersifat mengikat seperti hukum bagi para pengikutnya??Apakah ada sanksi bagi orang yang meninggalkan kebudayaannya??

    21 Juni 2011 pukul 1:52 pm

    • heemm….kalau yang aku tau sich….kebudayaan itu memang mengikat….sanksi yang di berikan hanya kecil….sebatas dikucilkan oleh masyarakat…

      29 Juni 2011 pukul 3:25 am

      • afaiz

        hi irfan…. anak mana

        26 Oktober 2012 pukul 2:46 am

      • hi…afaiz…saya anak solo aja, kamu?

        29 Oktober 2012 pukul 4:57 pm

  6. Anni

    Ass.
    Q mw tnya
    “mengapa pembudayaan penting bagi setiap anggota masyarakat?”
    dan
    “apa dampak kemajuan teknologi komunikasi terhadap perubahan budaya-budaya ?”
    thx yah.

    24 Oktober 2011 pukul 10:04 pm

    • wss…
      maaf y sebelumnya anni..baru sempet bales…baru tau ada comment masuk..xixixixi
      ya..aq akan coba jawab pertanyaan dari saudara anni..pembudayaan itu memang sangat penting bagi setiap anggota masyarakat karena dengan adanya budaya tersebut akan turut menentukan perilaku komunikatif. Dengan demikian budayalah yang menyadiakan suatu kerngka yang koheren untuk mengorganisasikan aktifitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain. Dan dampak kemajuan teknologi komunikasi terhadap perubahan budaya adalah Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes’, bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.

      2 November 2011 pukul 2:52 pm

  7. Ping-balik: sosial budaya | suciprasiladewi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s