Hidup Untuk Berbagi

IT CERTIFICATION

sertifikasi IT
Sertifikasi IT merupakan era baru perkembangan bidang IT yang lebih spesifik dan berada di semua bidang pekerjaan.
KENAPA PERLU SERTIFIKASI ???
Keperluan Bisnis :
– Untuk menegaskan kepada perusahaan bahwa kita layak digaji tinggi karena sudah terbukti mempunyai keahlian yang diwujudkan dari lulus sertifikasi.
– Mempertanggung jawabkan keahlian kita dalam memberikan solusi-solusi perbaikan system IT di perusahaan.
– Merupakan nilai tambah dalam meningkatkan karier di perusahaan .

Human Resource :
– Kita akan dibedakan dan diberi nilai tambah dibanding SDM lain yang tidak mempunyai sertifikasi IT, artinya kualitas keahlian kita lebih diakui.
– Untuk pekerjaan yang sifatnya independent kita akan lebih dipercaya oleh client tentang solusi-solusi IT yang diberikan
– Tidak akan ditempatkan pada level yang umum atau pada bagian yang tidak ada hubungannya dengan IT.
– Sertifikasi tidak bias diperoleh dalam pendidikan formal dikarenakan dunia pendidikan formal tidak mampu mengikuti perkembangan dunia IT yang begitu cepat kendalanya, adalah kurikulum yang tidak berbasis kompetensi ataupun berbasis dunia IT.
– Dunia pendidikan kita belum mampu bersifat independent, padahal sertifikasi harus bersifat independent agar penilaiannya fair dan dapat dipertanggung jawabkan secara etik dan keahlian.
– Sertifikasi IT diperlukan karena kebutuhan pasar industri yang sedemikian kompleks dan dinamis. Sehingga sertifikasi harus selalu melihat keadaan pasar perkembangan IT di dunia industry secara nyata.
– Sertifikasi tidak bias dilaksanakan jika tidak berbasis pasar industry karena akan sia-sia yang juga terlalu membuang cost yang tinggi.
Tujuan Sertifikasi IT
Secara umum sertifikasi IT mempunyai tujuan :
– Membentuk tenaga praktisi IT yang berkualitas tinggi.
– Membentuk standart kerja IT yang tinggi.
– Pengembangan professional yang berkesinambungan.
Secara Professional, sertifikasi IT mempunyai tujuan, sebagai berikut :
– Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji).
– Perencanaan karir.
– Professional development.
– Meningkatkan International Marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga IT tersebut harus bekerja pada perusahaan multinational. Perusahaan akan mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.

Ada dua jenis sertifikasi yang ada di Negara kita :

– Sertifikasi akademik, yaitu sertifikasi yang diberikan berdasarkan nilai-nilai akademik dan bukan penilaiian berdasarkan kompetensi dan kebutuhan biasanya dirupakan gelar sarjana, master dll (Sebetulnya tidak tepat disebut serfifikasi).
– Sertifikasi profesi, yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu untuk profesi tertentu, biasanya penilaian berdasarkan kompetensi dan kebutuhan industri.

Perbedaan sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi :

– Tujuan perguruan tinggi berbeda dengan tujuan dunia industri. Perguruan tinggi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar bukannya keahlian khusus atau kompetensi untuk profesi tertentu yang dibutuhkan oleh industri. Sehingga sertifikasi akademik sulit memiliki implementasi langsung terhadap industri ICT. Dan juga standarisasi perguruan tinggi seringkali tidak seragam sehingga sulit sekali berkembang dan mengikuti trend teknologi IT yang begitu cepat. Spesialisasi yang terlalu mikro juga tidak cocok untuk pengembangan perguruan tinggi yang bersifat makro.
– Sertifikasi profesi bersifat independent, objektif. Sertifiksi profesi selalu berorientasi pada suatu keahlian khusus yang memang dibutuhkan oleh dunia industri. Spesialisasinya khusus dan sempit.

Ada 3 model sertifikasi profesi :

– Dikembangkan oleh profesi society. Sebagai contoh British Company Society (BCS), Australian Computer Society (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc.
– Dikeluarkan oleh komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux professional, SAGE (System Administration Guild), CISA (IS Auditing) [http://www.icasa.org/].
– Dikeluarkan oleh vendor sehingga contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini.

Jenis-jenis Sertifikasi IT
– Sertifikasi untuk Bahasa Pemograman.
– Sertifikasi untuk Database.
– Sertifikasi untuk Jaringan Komputer.
– Sertifikasi untuk Office (aplikasi desktop).
– Sertifikasi untuk Web Master.
– Sertifikasi untuk Audit IT.

Sertifikasi dibidang IT, tentu banyak pilihan, berikut 10 Sertifikasi terbaik di bidang IT yang layak anda miliki, diantaranya :
1. MCITP
2. MCTS
3. Security+
4. MCPD
5. CCNA
6. A+
7. PMP
8. MCSE/MCSA
9. CISSP
10. Linux+

IT SERTIFICATION

Source: blog.uin-malang.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s